Ekspedisi Museum di Jakarta, 70th Indonesia Merdeka! Part.2



17 Agustus tahun 45 itulah hari kemerdekaan kita, hari merdeka nusa dan bangsa, hari lahirnya bangsa Indonesia, mer...de...ka... sekali merdeka tetap merdeka, selama hayat masih ditanggung badan, kita tetap setia tetap sedia mempertahankan Indonesia, kita tetap setia tetap sedia membela negara kita. Yaps! Hari ini 17 Agustus 2015 hari senin semua murid di sekolah melaksanakan upacara bendera termasuk saya. Hehehe setelah Upacara di sekolah saya langsung buru-buru pulang untuk melanjutkan trip ekspedisi museum saya. Kali ini saya tidak sendiri lagi hahaha, saya ditemani teman saya Andri, ya daripada dia nggak ada kerjaan mendingan saya ajak deh, toh kalo ada temen bakalan lebih seru, ada temen ngobrol, bisa berbagi dll.
                Kami janjian berangkat jam 10, setelah kami kumpul saya dan andri langsung naik Busway arah ke Harmoni untuk transit lalu melanjutkan ke arah Kota. Pas kita lagi nunggu busway saya liat kertas di tempel di kaca pintu halte, ternyata koridor arah ke Monas ditutup! Dan jurusan Harmoni pun di alihkan ke jalan lain (hadehh.... pr banget deh ini). Setelah kita masuk busway dan jalan, ternyata jalan ke arah harmoni dialihkan lewat jalan Sawah besar, semua berjalan mulus sampai detik-detik kami mau arah ke Harmoni (Macet bangett!!!) Udah busway yang saya tumpangi panas, cuaca saat itu juga terik sampe ada salah satu penumpang yang pingsan!, lengkap deh penderitaan kita berdua di busway, singkat kata dan cerita kita sampai di Halte Harmoni untuk transit dan, busettt banyak banget, kaya lautan manusia. Saya kira mah, libur gini orang-orang pada lomba di Rtnya masing-masing atau tidur dirumah, ternyata keluar juga! Hufftt.
                Pas banget saya dan andri dateng dapet tempat duduk di Busway, kebayang dong kalo kita harus berdiri lagi? Bisa patah kaki saya! Busway yang kita tumpangi juga termasuk Busway baru jadi ya nyaman aja, AC nya berfungsi dengan baik dan pastinya BERSIH!. Sayangnya kenikmatan duduk di busway itu cuman sebentar, dan kita sampe di pemberhentian terakhir Stasiun Kota!. Pas kita keluar dari halte rasanya saya sama andri kaya vampire! GILAK! PANAS BANGET JAKARTA! Mataharinya sampe nembus Baju Flannel lengan panjang saya! (OH GOD!!!). andri yang berusaha nutupin tangannya dari matahari karena takut item, dan saya juga lupa bawa payung! Yaudahlah daripada panas-panasan tanpa banyak basa-basi lagi kita langsung menuju Museum Fatahillah. Kampretnya setelah kita sampe ternyata RAME BANGET BANGET! DAN SEMUA MUSEUM TUTUP! (Aarrghh Tiidaakk!!!) Agak kecewa juga sih, sebenernya udah ngarep masuk museum gratis! Ternyata pengunjung yang dateng lebih dari apa yang saya pikirkan! (SAYA KAPOK JALAN-JALAN DI HARI LIBUR NASIONAL!) Udah si Andri ngeluh kepanasan mulu, lagian salahnya sendiri dia pake kemeja lengan pendek. Oke, dengan berat hati saya langkahkan kaki saya lagi menuju museum seni rupa dan keramik, berdoa semoga museum itu buka! Dan hasilnya disana hanya ada pameran lukisan Kaca di aula tengah saja! Ya not problem lah, yang penting ada What to see and what to do!  Lukisan kaca yang dipamerkan memang sangat bagus, tapi sayang tempatnya terlalu kecil dan sumpek! Banyaknya pengunjung juga menjadi hal permasalahan, pas saya sampe depan museum ini orang-orang pada duduk di halaman dan taman museum! Masalahnya tamannya jadi rusak! Ya ada orang lompat-lompat sampe pohon-pohon disitu sampe patah! Rumputnya rusak! Belum lagi ada yang bawa makanan dan buang sampah sembarangan!. 

0.8 Tampak depan Museum Seni rupa & Keramik

0.9 Tampak Bagian dalam Pameran

Lalu kami istirahat sejenak untuk minum dan mengendurkan otot-otot yang tegang habis jalan-jalan panas-panasan. Setelah dirasa cukup untuk istirahat kita melanjutkan perjalanan lagi untuk keliling-keliling. Ternyata benar kata temen Jerman saya George, Kota Tua sangat Gersang. Jangankan George yang orang jerman, lah saya yang orang Indo aja lebih kepanasan!. Saran saya  tata tempat untuk kawasan ini, banyakkin ditanamin pohon-pohon rindang atau ditanami rumput, tapi menurut saya percuma saja kalau sudah dipugar kawasan ini, tetapi orang-orangnya tidak bisa menjaga. Pola pikir & kebiasaan buruk orang indonesia belum bisa diubah, padahal Indonesia sudah merdeka selama 70tahun  kenapa Indonesia belum bisa menjadi negara maju? Lihat saja Singapore negara tetangga kita yang umur negaranya lebih muda dari negara kita, negaranya tumbuh pesat, bagus dan tertata rapih juga tertib!. Suatu hari saya mendambakan indonesia yang seperti itu, sikap buruk orang indonesia yang masa bodo juga hilang! Ya kita lihat saja apa yang akan ditawarkan Indonesia di masa depan nanti.Saya dan andri lalu berhenti saat ngeliat tukang Jagung Manis, ah kebetulan kita juga udah mulai laper. Dengan harga Rp.10.000 rupiah kita bisa mendapatkan 1 cup jagung manis dengan topping keju,meises,dan susu.

1.0 Beli Jagung Manis ditengah Terik Matahari

1.1 Menyusuri Jalanan Kota Tua

 Lalu saya punya ide untuk pergi ke Toko Merah, kebetulan orang awam seperti temen saya Andri yang paling males jalan-jalan panas-panasan saya ajak!. Lalu kami menyusuri jalanan kota tua dan sampailah di Toko merah, gaya arsitektur bangunan ini memang sangat khas! Tersusun batu bata berwarna merah dan semua berwarna merah, mengapa tempat ini bernama Toko Merah.  Ini adalah bangunan kembar dua rumah dibawah satu atap dengan perpaduan arsitektur klasik eropa dan gaya China pada ornament nya. Bangunan ini cukup besar,nyaman dan mewah!  Dulunya bangunan ini adalah rumah tinggal seorang bangsawan Belanda bernama Gustaaf Williem Baron Van Imhoff lalu berganti kepemilikan, akhirnya dimiliki oleh Oey Liauw Kong. Denger cerita dari penduduk setempat dulunya di tempat ini ada pembantaian etnis kaum Tionghoa oleh penjajah belanda dan mayatnya dibuang di sungai yang berada tepat didepan bangunan ini, untuk menghilangkan aura negatif di tempat ini akhirnya tempat ini Dipugar oleh pemerintah dan dijadikan salah satu objek wisata kawasan Kota Tua, sampai sekarang tempat ini berubah menjadi Restaurant. Untungnya tempat ini ada papan informasi jadi bisa sambil baca-baca juga deh.
                Lalu kami melanjutkan perjalanan lagi menuju Jembatan Kota Intan! Pas kami jalan banyak banget komunitas/kelompok yang melakukan pawai di jalan-jalan, untuk memeriahkan acara kali ya.
lalu kami melewati salah satu point interest yaitu De Rivier Hotel! Sejarahnya Hotel De Rivier ini adalah Kawasan kota Intan ini merupakan kawasan hunian elite di Batavia pada jamannya karena dilintasi oleh urat nadi Sungainya. Orang-orang yang tinggal di dekat sungai tempat tinggal orang-orang kaya dan penjabat VOC.

1.2  Pawai Warga melintasi Jalanan Kota Tua

Setelah kami sampai di Jembatan kota intan, kami bertemu 5 orang turis asing yang sedang melihat-lihat jembatan kota intan dan sungai. Saya bilang ke Andri, Gimana ya reaksi mereka waktu ngeliat sungai di indonesia, kotor,bau,banyak sampah,dan airnya hitam?. Kami lalu masuk jembatan kota intan dengan membayar retribusi masuk Rp.2.000/Orang. Ini baru pertama kali Andri kesini, soalnya jembatan ini unik! Jaman dulu jika ada kapal melintasi sungai ini, jembatan akan ditarik dan terbelah menjadi dua agar kapal dagang VOC bisa Masuk. Sungai ini juga terhubung langsung bermuara ke Pelabuhan Sunda Kelapa! Ahh.... bayangin dong betapa keren nya jakarta dulu, sungai bersih sampai kapal dagang dengan layar yang besar bisa masuk kota It’s Just like a Dream!. Dulu banyak jembatan sejenis yang ada di Batavia yang dibangun dengan gaya tradisional Belanda, banyak kanal dibangun Belanda di Batavia, banyak diperlukan jembatan penghubung, pada tahun 1655 Jembatan ini kembali diperbaiki akibat banjir dan korosi air laut nama pun berganti jadi Het Middepunt Burg. Pada April 1938 diubah menjadi jembatan gantung, agar dapat diangkat untuk lalulintas perahu dan mencegah kerusakkan banjir, namun bentuk dan gaya nya tidak pernah diubah. Saat ini jembatan kota intan merupakan satu-satunya yang tersisa dari jembatan sejenis yang pernah dibangun Belanda. Setelah saya dan andri puas foto-foto dan melihat-lihat kami pun memutuskan untuk pulang dan tidak melanjutkan ke Gudang VOC & Museum bahari karena hari sudah mulai sore, maybe lain waktu saya bakalan balik lagi dan melengkapi ekspedisi museum ini biar KLOP!.

0.13 Jembatan Kota Intan (Engelse Burg – Kota Intan Drawbridge)

1.4 Bagian Dalam Jembatan Kota Intan

Setelah itu kita pun bergegas untuk pulang, karena saya dan andri udah trauma banget lewat harmoni kami memutuskan untuk naik busway jurusan tanjung priok, dan syukurlah juga kita dapet tempat duduk karena abis gempor jalan-jalan. Ini juga first experience saya naik busway dengan route terpanjang dan terlama, jadi bisa dibilang saya sama andri juga City Tour pake Busway. Ahahaha.
yang bener aja kita dari halte Kota tiba-tiba nyampe di Mangga Dua Square, lalu melewati Kemayoran, dan yang terakhir Danau Sunter, setelah itu kawasan Kelapa Gading mulai terlihat. Ahh... yeaaahhh trip yang sangat melelahkan selama 2 hari saya keliling Jakarta! Experience and Knowledge juga bertambah, ah puasnya! Saya sampe rumah pukul 5 sore! Rasanya pengen cepet-cepet mandi! Badan udah lengket bau matahari seharian jalan. Oh iya saya juga kasih Tips&Trik juga Estimasi Biaya Jalan loh! Yuk di intip apa saja yang harus dipersiapkan! Check this out!

TIPS & TRICK JALAN-JALAN ALA RANSEL
1.      Pastikan kamu membawa uang cukup (secukupnya)
2.      Hitung dengan matang berapa biaya yang akan dikeluarkan nanti
3.      Bawa Minuman & Botol minum dari rumah (selain menghemat, cara ini juga efektif untuk mengurangi sampah)
4.      Bawa makanan dari rumah (selain lebih hemat, bawa bekal sendiri sudah terjamin makanannya sehat!)
5.      Pakai Sunblock/tabir surya atau BodyLotion, agar terhindar dari panas dan kulit belang!
6.      Pakai pakaian yang menyerap keringat
7.      Usahakan memakai sepatu kets/sneakers (untuk perempuan tidak disarankan untuk memakai sepatu slip karet ataupun bahan, akan membuat kaki lecet jika dipakai berjalan lama)
8.      Selalu bawa obat-obatan pribadi, safety first!
9.      Bawalah payung lipat kecil (Jika cuaca tidak menentu, kadang hujan/panas)
10.  Untuk yang suka Photography,selfie,dan photogenic disarankan untuk membawa gadged yang tidak terlalu mencolok (cukup Smartphone,Fisheye,tongsis) jika ingin hunting disarankan membawa kamera professional.
11.  Jangan menggunakan perhiasan berlebihan
12.  Jika sedang di tempat umum seperti busway, ubah arah tas ranselmu ke depan dada, jika ingin aman lagi gunakan rain cover di tas
13.  Siapkan uang receh jika berpergian
14.  Selalu aktifkan aplikasi Google Maps jika tidak tahu jalan/ malu bertanya
15.  Selalu bawa identitas diri seperti KTP/Kartu Pelajar, dll.
16.  Ajak temanmu! Selain ada teman ngobrol. Nge-trip bareng temen itu lebih asyik & ada orang yang bisa kita ajak patungan (bisa hemat juga kan?) juga bisa saling melindungi/membantu jika ada hal yang tidak diinginkan saat trip berlangsung.
17.  Bawa tas ransel yang tidak terlalu mencolok! Diusahakan jangan menggunakan tas selempang/ ransel kecil! (sangat rawan & besar kemungkinan bisa dicopet)
18.  Jika mengunjungi suatu tempat diusahakan mengambil beberapa brosur, jika tidak tersedia tanyakan ke petugas loket (selain berguna sebagai informasi lebih, di brosur biasanya ada denah, alamat lengkap & contact person yang bisa dihubungi.)
19.  Hemat Battre Smartphone/Kamera, karena sangat disayangkan jika ada spot bagus tiba-tiba lowbatt (Jika punya powerbank, bawalah!)
20.  Bawalah buku kecil dan pena, jika ada informasi yang tidak kita ketahui, bisa kita langsung tulis (selain itu, juga bisa dipergunakan mencatat nomer penting jika ada hal-hal darurat dan mendesak)

ESTIMASI BIAYA PERJALANAN
Estimasi
Biaya
Catatan
Busway PP Day 1
Pulogadung –Harmoni
Harmoni -Pulogadung
Rp. 10.000,-


Top Up Busway Min. Rp.20.000,-
Busway PP Day 2
Pulogadung-Harmoni
Kota - Pulogadung
Rp. 10.000,-

Tiket masuk  Monas
Rp. 5.000,-
TBA
Tiket masuk Munas
Rp. 5.000,-
-
Tiket masuk Fatahillah
-
Libur Nasional (tutup)
Tiket masuk museum seni rupa & keramik
-
Libur Nasional (Free)
Tiket Masuk Toko Merah
Rp. 10.000,-
Biaya Retribusi
Tiket Masuk Jembatan Kota intan

Rp. 2.000,-
Biaya Retribusi
*NB : Harga bisa berubah sewaktu-waktu
           Biaya Retribusi = Biaya Pungutan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Travel Blogger duitnya darimana?

Nekad ke Lombok Day-1

Sweet Peach House penginapan anti mainstream nan imut